Selasa, 10 Januari 2012

TUGAS ISD


PERANAN ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DALAM MEMANGKAS KEMISKINAN

OLEH : FATH GISWI F
52411722/1IA09



KATA PENGANTAR


            Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga saya berhasil menyelesaikan Tugas ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul”
PERANAN ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DALAM MEMANGKAS KEMISKINAN
 
            Makalah ini berisikan informasi tentang peranan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam mengurangi Kemiskinan. Diharapkan Tugas ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang pencegahan dan menambah ilmu pengetahuan kita semua.

            Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

            Akhir kata, saya ucapkan terimakasih.Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.


                                                                  Depok,10 Jan. 2012
                                                                                                           

                                                                                                                 (PENULIS)




BAB I. PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
            Belakangan ini Kemajuan Pesat Ilmu pengetahuan Teknologi terbukti ampuh dalam memberikan berabagi keperluan digital kepada masyarakat sebagai pengguna.

Akhir akhir ini banyak sekali penggunaan Internet sebagai salahs atu produk dari Ilmu pengetahuan Teknologi yang disosialisasikan kepada Masyarakat miskin untuk memajukan mereka dalam hal Teknologi.

            Dengan adanay berbagai produk produk internet untuk rakyat ini mampu menrik minta penulis untuk membuat sebuah tulisan tentang hal ini.



B.Rumusan Masalah
            A. Pengertian Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan
            C. Cara mengurangi Kemiskinan dengan Ilmu Teknologi
            D. Peranan Ilmu Pengetahuan Teknologi dalam mengurangi Kemiskinan


C.Tujuan
            A. Mengetahui pengertian Ilmu Pengetahuan Teknologi
            B. Menambah wawasan akan peranan Ilmu Pengetahuan Teknologi dalam mengurangi Kemiskinan
            C. Mampu Memberikan pemaparan tentang peranan Ilmu pengetahuan teknologi dalam mengurangi kemiskinan









BAB II. KAJIAN TEORI
Ilmu Pengetahuan


Just kidding Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Contoh: Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (materiil saja) atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika membatasi lingkup pandangannya ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang kongkrit. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jauhnya matahari dari bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi sesuai untuk menjadi perawat.
Sikap Ilmiah


Scientist atau Sikap ilmiah dimana ilmuwan mempelajari gejala-gejala alam melalui observasi, eksperimentasi dan analisis yang rasional. Ia menggunakan sikap-sikap tertentu (Scientific attitudes). Sikap-sikap tersebut antara lain :
1. Jujur
Seorang ilmuwan wajib melaporakan hasil pengamatan secara objektif. Dalam kehidupan sehari-hari mungkin saja ia tidak jujur dari manusia lain, tetapi dalam hal penelitian ia harus sejujur-jujurnya dalam melaporkan penelitiannya.
2. Terbuka
Seorang ilmuwan mempunyai pandangan luas, terbuka dan bebas dari praduga. Ia tidak akan meremehkan suatu gagasan baru. Ia akan menghargai setiap gagasan baru dan mengujinya sebelum menerima/ menolaknya. Jadi ia terbuka akan pendapat orang lain.
3. Toleran
Seorang ilmuwan tidak merasa bahwa ia paling hebat. Ia bersedia mengakui bahwa orang lain mungkin mempunyai pengetahuan yang lebih luas, atau mungkin saja pendapatnya bisa salah. Dalam belajar menambah ilmu pengetahuan ia bersedia belajar dari orang lain, membandingkan pendapatnya dengan pendapat orang lain, serta tidak memaksakan suatu pendapat kepada orang lain.
4. Skeptis
Ilmuwan dalam mencari kebenaran akan bersikap hati-hati, meragui, dan skeptis. Ia akan menyalidiki bukti-bukti yang melatarbelakangi suatu kesimpulan. Ia akan bersikap kritis untuk memperoleh data yang menjadi dasar suatu kesimpulan tanpa didukung bukti-bukti yang kuat.
5. Optimis
Seorang ilmuwa selalu berpengharapan baik. Ia tidak akan berkata bahwa sesuatu itu tidak dapat dikerjakan, tetapi akan mengatakan “ Berikan saya kesempatan untuk memikirkan dan mencoba mengerjakan “.
6. Pemberani
Ilmuwan sebagai pencari kebenaran harus berani melawan semua kesalahan, penipuan, kepura-puraan, kemunafikan dan kebatilan yang akan menghambat kemajuan.
7. Kreatif
Ilmuwan dalam mengembangkan ilmunya harus selalu kreatif agar terlihat lebih menarik.
Teknologi


atom
Teknologi merupakan satu konsep yang luas dan mempunyai lebih daripada satu takrifan. Takrifan yang pertama ialah pembangunan dan penggunaan alatan, mesin, bahan dan proses untuk menyelesaikan masalah manusia.
Istilah teknologi selalunya berkait rapat dengan rekaan dan gadget menggunakan prinsip sains dan proses terkini. Namun, rekaan lama seperti tayar masih menunjukkan teknologi.
Maksud yang kedua digunakan dalam bidang ekonomi, yang mana teknologi dilihat sebagai tahap pengetahuan semasa dalam menggabungkan sumber bagi menghasilkan produk yang dikehendaki. Oleh itu, teknologi akan berubah apabila pengetahuan teknikal kita berubah.
Takrifan teknologi yang diguna pakai di sekolah-sekolah dan institusi-insitusi pengajian tinggi di Malaysia ialah aplikasi pengetahuan sains yang boleh memanfaatkan serta menyelesaikan masalah manusia yang dihadapi dalam kehidupan seharian.
Ciri-ciri fenomena teknik pada masyarakat :
·         Rasionalitas, artinya tidakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
·         Artifisialitas, artiya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
·         Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi da rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis
·         Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
·         Monisme artiya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
·         Universalisme. artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
·         Otonomi, artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip
Hubungan Ilmu dengan Nilai-nilai Hidup


Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan dimensi etis sebagai pertimbangan dan mempunyai pengaruh terhadap proses perkembangan lebih lanjut ilmu dan teknologi. Tanggung jawab etis merupakan sesuatu yang menyangkut kegiatan keilmuan maupun penggunaan ilmu, yang berarti dalam pengembangannya harus memperhatikan kodrat dan martabat manusia, menjaga keseimbangan ekosistem, bersifat universal, bertanggungjawab pada kepentingan umum, dan kepentingan generasi mendatang.
Tanggung jawab ilmu menyangkut juga hal-hal yang akan dan telah diakibatkan ilmu dimasa lalu, sekarang maupun akibatnya di masa mendatang, berdasarkan keputusan bebas manusia dalam kegiatannya. Penemuan baru dalam ilmu terbukti ada yang dapat mengubah sesuatu aturan nilai-nilai hidup baik alam maupun manusia. Hal ini tentu menuntut tanggung jawab untuk selalu menjaga agar yang diwujudkan dalam perubahan tersebut akan merupakan perubahan yang terbaik bagi perkembangan ilmu itu sendiri maupun bagi perkembangan eksistensi manusia secara utuh.
Tanggung jawab etis tidak hanya menyangkut upaya penerapan ilmu secara tepat dalam kehidupan manusia, melainkan harus menyadari apa yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan untuk memperkokoh kedudukan serta martabat manusia seharusnya, baik dalam hubungannya sebagai pribadi, dalam hubungan dengan lingkungannya maupun sebagai makhluk yang bertanggung jawab terhadap Khaliknya.
Jadi perkembangan ilmu akan mempengaruhi nili-nilai kehidupan manusia tergantung dari manusianya itu sendiri, karena ilmu dilakukan oleh manusia dan untuk kepentingan manusia dalam kebudayaannya. Kemajuan di bidang ilmu memerlukan kedewasaan manusia dalam arti yang sesungguhnya, karena tugas terpenting ilmu adalah menyediakan bantuan agar manusia dapat bersungguh-sungguh mencapai pengertian tentang martabat dirinya.
Mengapa Ilmu Tidak Dapat Terpisahkan dengan Nilai-nilai Hidup


Ilmu dapat berkembang dengan pesat menunjukkan adanya proses yang tidak terpisahkan dalam perkembangannya dengan nilai-nilai hidup. Walaupun ada anggapan bahwa ilmu harus bebas nilai, yaitu dalam setiap kegiatan ilmiah selalu didasarkan pada hakikat ilmu itu sendiri. Anggapan itu menyatakan bahwa ilmu menolak campur tangan faktor eksternal yang tidak secara hakiki menentukan ilmu itu sendiri, yaitu ilmu harus bebas dari pengandaian, pengaruh campur tangan politis, ideologi, agama dan budaya, perlunya kebebasan usaha ilmiah agar otonomi ilmu terjamin, dan pertimbangan etis menghambat kemajuan ilmu.
Pada kenyataannya, ilmu bebas nilai dan harus menjadi nilai yang relevan, dan dalam aktifitasnya terpengaruh oleh kepentingan tertentu. Nilai-nilai hidup harus diimplikasikan oleh bagian-bagian praktis ilmu jika praktiknya mengandung tujuan yang rasional. Dapat dipahami bahwa mengingat di satu pihak objektifitas merupakan ciri mutlak ilmu, sedang dilain pihak subjek yang mengembangkan ilmu dihadapkan pada nilai-nilai yang ikut menentukan pemilihan atas masalah dan kesimpulan yang dibuatnya.
Setiap kegiatan teoritis ilmu yang melibatkan pola subjek-subjek selalu mengandung kepentingan tertentu. Kepentingan itu bekerja pada tiga bidang, yaitu pekerjaan yang merupakan kepentingan ilmu pengetahuan alam, bahasa yang merupakan kepentingan ilmu sejarah dan hermeneutika, dan otoritas yang merupakan kepentingan ilmu sosial.
Dengan bahasan diatas menjawab pertanyaan mengapa ilmu tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai hidup. Ditegaskan pula bahwa dalam mempelajari ilmu seperti halnya filsafat, ada tiga pendekatan yang berkaitan dengan kaidah moral atau nilai-nilai hidup manusia, yaitu:
1. Pendekatan Ontologis
Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Dalam kaitan dengan ilmu, landasan ontologis mempertanyakan tentang objek yang ditelaah oleh ilmu. Secara ontologis ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya pada daerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia.
Dalam kaitannya dengan kaidah moral atau nilai-nilai hidup, maka dalam menetapkan objek penelaahan, kegiatan keilmuan tidak boleh melakukan upaya yang bersifat mengubah kodrat manusia, merendahkan martabat manusia, dan mencampuri permasalahan kehidupan.
2. Pendekatan Epistemologi
Epistemologis adalah cabang filsafat yang membahas tentang asal mula, sumber, metode, struktur dan validitas atau kebenaran pengetahuan. Dalam kaitannya dengan ilmu, landasan epistemologi mempertanyakan proses yang memungkikan dipelajarinya pengetahuan yang berupa ilmu.
Dalam kaitannya dengan moral atau nilai-nilai hidup manusia, dalam proses kegiatan keilmuan, setiap upaya ilmiah harus ditujukan untuk menemukan kebenaran, yang dilakukan dengan penuh kejujuran, tanpa mempunyai kepentingan langsung tertentu dan hak hidup yang berdasarkan kekuatan argumentasi secara individual. Jadi ilmu merupakan sikap hidup untuk mencintai kebenaran dan membenci kebohongan.
3. Pendekatan Aksiologi
Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai secara umum. Sebagai landasan ilmu, aksiologi mempertanyakan untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan. Pada dasarnya ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia. Dalam hal ini ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat dalam meningkatkan taraf hidup manusia dengan memperhatikan kodrat manusia, martabat manusia, dan kelestarian atau keseimbangan alam. Untuk itu ilmu yang diperoleh dan disusun dipergunakan secara komunal dan universal. Komunal berarti ilmu merupakan pengetahuan yang menjadi milik bersama, setiap orang berhak memanfaatkan ilmu menurut kebutuhannya. Universal berarti bahwa ilmu tidak mempunyai konotasi ras, ideologi, atau agama.
Kemiskinan


ANGKA KEMISKINAN
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
·         Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
·         Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
·         Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
Ciri Kemiskinan
Apabila kita amati, mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
·         Mereka umumnya tidak mempunyai factor produksi sendiri seperti tanah yang cukup, modal dan keterampilan.
·         Mereka tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri. Pendapatan tidak cukup untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
·         Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat SD atau SLTP. Waktu mereka tersita habis untuk mencari nafkah sehingga tidak ada waktu untuk belajar.
·         Kebanyakan mereka tinggal di pedesaan
·         Kebanyakan dari mereka yang hidup di kota, masih berusia muda dan tidak mempunyai keterampilan yang mumpuni dan pendidikan yang layak untuk bersaing di kota. Sehingga banyak dari mereka bekerja sebagai buruh kasar, pedagang musiman, tukang becak, pembantu rumah tangga. Beberapa dari mereka bahkan jadi pengangguran atau gelandangan.
Fungsi-fungsi Orang Miskin


Thumbs up Pertama : adalah menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan kotor, tidak terhormat, berat, berbahaya, tetapi di bayar murah.
Sun Kedua : kemiskinan adalah menambah atau memperpanjang nilai guna barang atau jasa. Baju bekas yang sudah tidak terpakai dapat di jual ( atau dengan bangga di katakan ” di infakan ”)kepada orang-orang miskin.
Goat Ketiga : kemiskinan adalah mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya. Pegawai-pegawai kecil, karena di bayar murah, petani tidak boleh menaikan harga beras mereka untuk mensubsidi orang-orang kota.
Rainbow  Kempat : kemiskinan adalah menyediakan lapangan kerja,bagaimana mungkin orang miskin memberikan lapangan kerja ? karena ada orang miskin lahirlah pekerjaan tukang kredit ( barang atau uang ) aktivis-aktivis LSM ( yang menyalurkan dana dari badan-badan internasional lewat para aktivis yang belum mendapatkan pekerjaan kantor ) belakangan kita tahu bahwa tidak ada komunitas yang paling laku di jual oleh negara ketiga di pasaran internasional selain kemiskinan.
Black Sheep Kelima : kemiskinan adalah memperteguh status sosial orang-orang kaya, perhatikan jasa orang miskin pada perilaku orang-orang kaya baru. Sopir yang menemaninya memberikan label bos kepadanya.Nyonya-nyonya dapat menunjukan kekuasaannya dengan memerintah inem-inem mengurus rumah tangganya.
Light bulb Tanggapan


Ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki kaitan yang jelas, yakni teknologi merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan. Selain itu, teknologi juga mengandung ilmu pengetahuan didalamnya. Ilmu pengatahuan digunakan untuk mengatahui “apa” sedangkan teknologi digunakan untuk mengatahui “bagaimana”. Perubahan teknologi yang cepat dapat menyebabkan kemiskinan, karena dapat menyebabkan perubahan sosial yang fundamental.
http://ervannur.wordpress.com/2010/12/24/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan/

BAB III. METODOLOGI

A.   Pendekatan Penelitiaan
Penelitian studi kasus ini menggunakan Metode Kualitatif,dengan spesifikasi Studi dokumen.Menurut Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si    Studi dokumen atau teks merupakan kajian yang menitik beratkan pada analisis atau interpretasi bahan  tertulis berdasarkan  konteksnya. Bahan bisa berupa catatan yang terpublikasikan, buku teks, surat kabar, majalah, surat-surat, film, catatan harian, naskah, artikel, dan sejenisnya. Untuk memperoleh kredibilitas yang tinggi peneliti dokumen harus yakin bahwa naskah-naskah itu otentik. Penelitian jenis ini bisa juga untuk menggali pikiran seseorang yang tertuang di dalam buku atau naskah-naskah yang terpublikasikan. Para pendidik menggunakan metode penelitian ini untuk mengkaji tingkat keterbacaan sebuah teks, atau untuk menentukan tingkat pencapaian pemahaman terhadap topik tertentu dari sebuah teks.

B.   Tempat dan Waktu Penulisan
Penulisan ini dilakukan pada tanggal 9 Januari2012 sampai dengan  10 Januari 2012,berlokasi di Rumah Penulis.












BAB IV. STUDI KASUS
Ada banyak sekali berbagai penggunaan Ilmu pengetahuan Teknologi dalam menekan jumlah kemiskinanan atau setidaknya mengurangi laju kemiskinan sehingga dengan ini mampu mengurangi arti dari kata miskin secara Teknologi.

Inilah salah satu contoh :

Internet Zambia, Model Bagi Desa Tertinggal
Headline
internet ke desa terpencil. Media ini memberikan secercah harapan bagi petani dan anak muda sekitar. Seperti apa?
Seperti remaja lainnya, Hantimba Mzundu menghabiskan liburan Natal untuk mempersiapkan ujian. Beberapa rekannya atau senior di pedesaan Chikanta, Zambia, berharap bisa menjadi teknisi IT beberapa tahun mendatang.
“Saya tidak pernah berharap bisa melihat komputer. Apalagi, bekerja sendirian dengan benda ini. Saya pikir hanya akan menetap di sini sebagai petani seumur hidup,” ujar Hatimba.
Ambisi sederhana Hantimba tidaklah aneh. Berada di pusat Chikanta, selatan Zambia, tempat tinggal Hantimba berjarak 45 kilometer dari jalan aspal. Tidak ada air, listrik dan sebagian besar penduduk adalah petani.
Di sebuah rumah terdapat satu kontainer berisi sebuah PC berkonektivitas internet 256 MBps dengan sembilan terminal. Semuanya menggunakan daya dari empat panel surya di atap. Ini merupakan salah satu dari tiga kontainer yang dikapalkan dari Inggris oleh Computer Aid International berdasarkan ide dan desain dari NGO lokal, Machaworks.
Chikanta merupakan komunitas ketujuh yang didatangi Machaworks. LSM yang didirikan pada 2003 ini berambisi untuk menciptakan perkembangan ICT (Information and Communication Technology) terbaik di seluruh dunia.
“ICT berkembang pesat di akhir 1990 dan awal 2000. Kemudian jumlah menurun,” ujar Prof Richard Heeks, Direktur Centre for Development Informatics di University of Manchester. “Namun, jumlah ini meningkat drastis bila dilakukan di komunitas berkembang. Hasilnya, ada kemajuan signifikan di daerah tersebut.”
Di sisi lain, Kentaro Toyama yang mendirikan grup Technology for Emerging Markets, Microsoft, memperingatkan bahwa teknologi bukanlah obat mujarab kemiskinan. Toyama merupakan salah satu kritikus paling terkenal untuk pembangunan ICT.
“Bagi siapapun yang berharap dapat menyelamatkan dunia dengan teknologi, mereka tidak bisa. Kecuali jika teknologi tersebut digunakan oleh manusia yang memiliki keinginan dan kapasitas atau Anda bersedia melakukan investasi tambahan untuk mengembangkan kemampuan manusia tersebut,” ujar Toyama.
Meskipun kebutuhan sosialisasi penggunaan teknologi sangat besar, tidak dipungkiri teknologi mengubah kehidupan Chikanta. “Sebagian besar penduduk yang menggunakan internet memanfaatkan informasi untuk mengembangkan teknik bertani mereka serta bagaimana membeli atau membuat mesin yang mampu meningkatkan kualitas tanaman mereka.”
Elton Munguya, kepala divisi Linknet di Machaworks mengatakan strategi ICT mereka adalah memungkinkan pemimpin komunitas mengambil alih kepemilikan teknologi dan memanfaatkan media tersebut untuk hal bermanfaat lain.
“Tujuan utama kami adalah menciptakan inspirasi kepada komunitas lokal untuk menggapai potensi mereka,” ujar Munguya. “Kami tidak hanya tertarik pada konektivitas internet. Ini semua bergantung pada komunitas tersebut untuk mencari tahu apa yang ingin mereka kembangkan.”
Tahap berikutnya bagi Chikanta adalah mengembangkan jejaring bagi klinik lokal sehingga catatan pasien dapat tersimpan online. Dokter dan petugas kesehatan dapat saling berkomunikasi dengan rumah sakit yang lebih jauh. Meskipun begitu, tantangan terbesar bagi program ini adalah biaya yang terus muncul. Harapannya, proyek ini mulai mandiri 2 tahun mendatang. [mdr]



BAB V. PEMBAHASAN

      Sesuai dengan kasus di dalam Studi Kasus,penulis mencoba memaparkan bahasan menurut penulis.

            Kalau dilihat pada Topik diatas,penulis dapat mengatakan bahwa Era Globalisasi sudah berlangsung di seluruh penjuru dunia.Zambia yang notabennya adalah negara berkembang sudah mampu menerapkan Ilmu Pengetahuan Teknologinya dalam membantu masyarakat yang mayoritas berada di garis kemiskinan untuk mengenal Internet sebagai salah stau produk teknologi.

            Dengan pengenalan internet seperti pada kasus diatas menyadarkan kita bahawa teknlogi merupakan kebutuhan semua kalangan masyarakat baik itu rakyat miskin ataupun yang berstatus kelas atas.

            Bagi rakyat miskin, dengan dikenalkannya internet kepada mereka, sudah pasti banyak sekali manfaat yang akan didapat oleh mereka seperti mereka mampu mendapatkan berbagai informasi yang mereka butuhkan misalnya Seorang petani padi ingin mengetahui harga beras di pasaran dengan adanya internet ini maka petani tersebut tidak perlu datang ke pasar terlebih dahulu untuk mengetahui harga beras dipasaran dan juga menghindarkan praktik monopoli yang mungkin dilakukan oleh oknum oknum penggumpul beras dari petani ke market.Dengan itu maka petani mengetahui secara rill dan juga terperinci akan harag pasti yang ada di pasar.

            Internet memudahkan bagi rakyat miskin untuk menjelajahi seluruh aspek, berita,maupun informasi informasi yang mampu memberikan maanfaaat bagi kehidupan mereka secara nyata, namun Peranan Pemerintah dalam hal ini tak bisa begitu saja diabaikan karena pemerintah yang harusnya mampu menyediakan informasi informasi yang dibutuhkan oleh rakyat miskin untuk memberikaan kepada merka infrmais seakurat mungkin sehingga mereka bisa tau yang sebenarnya.

            Pada akhirnya dnegan adanya internet sebagai salah satu produk dari Ilmu Pengetahuan Teknologi sangat membantu masyarakat miskin untuk menaikan derajat hidupnya menjadi lebih baik semua itu akan memakan waktu sebagai proses dan juga peranan pemerintah selaku penyedia informasi yang akurat bagi rakyat miskin untuk menjangkau ilmu pengetahuan yang lebih tinggi lagi. Jika Ilmu Pengetahuan Teknologi di gabungkan dengan Kontribusi keseriusan pemerintah dan juga keinginan Masyaratak Miskin untuk saling berkomunikasi dan terintegerasi sepertinya sangat mungkin masyarakat miskin akan berubah menjadi masyarakat menengah keatas.

BAB VI PENUTUP

KESIMPULAN

a.     Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.
b.      Teknologi merupakan satu konsep yang luas dan mempunyai lebih daripada satu takrifan. Takrifan yang pertama ialah pembangunan dan penggunaan alatan, mesin, bahan dan proses untuk menyelesaikan masalah manusia.
c.     Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. 

            Penulis banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan - kesempatan berikutnya.

Semoga makalah ini berguna bagi penulis dan juga para pembaca sekalian.












DAFTAR PUSTAKA
1.      http://ervannur.wordpress.com/2010/12/24/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan/

Tidak ada komentar: