Minggu, 14 Oktober 2012

Tugas Sofskill 2


Name : Fath Giswi F
Class : 2IA04
NPM : 52411722


      Sejarah Games dan Contoh Games Lokal








Video game berawal dari pengembangan tabung 
sinar katoda yang terdapat dalam sistem peluru pertahanan pada akhir 
Perang Dunia II. Program-program ini kemudian diadaptasi ke dalam bentuk 
permainan sederhana. 
Pada 1947 Thomas Toliver Goldsmith Jr dan Estle Ray Mann menciptakan permainan simulator rudal Cathode Ray Tube Device Amusement. Permainan ini terinspirasi dari kecanggihan radar Perang Dunia II. Inilah game elektronik pertama yang tercatat dalam sejarah. Meski
memiliki unsur permainan, game ini tak popular. Penggunaannya terbatas
untuk kepentingan simulasi latihan militer. Tampilannya juga masih
sederhana; belum berwarna dan hanya mengeluarkan suara “tat-tit-tut”. Baru pada 1970-an game elektronik bisa
dinikmati di rumah-rumah. Ralph Baer, seorang Jerman berdarah Yahudi,
mendesain video game rumahan pertama dengan prototipe bernama Brown Box.
Baer menjual idenya ke perusahaan Magnafox. Prototipe Baer kemudian
dirilis ke pasar dengan nama Magnafox Odyssey. Produk ini berisi 16 game
built-in yang dapat diganti-ganti dengan menggunakan sebuah switch. Ralph Baer kemudian tercatat sebagai “bapak game dunia”.Popularitas video game kian menanjak ketika pengusaha Nolan Bushnell mendesain mesin game koin (arcade) pertama di dunia bernama computer space
–di Indonesia popular dengan sebutan Ding-Dong. Bushnell kemudian
membuat game simulasi ping-pong yang diberi nama Pong. Game ini laku
keras di pasaran. Hampir setiap keluarga di Amerika bermimpi bisa
membeli game ini. Di berbagai taman hiburan dan kafe, Pong bahkan harus
dibongkar setiap 24 jam sekali untuk mengeluarkan koin yang berjejalan. “Selama puluhan tahun, orang Amerika lebih banyak menghabiskan uangnya untuk sistem home video game dan
di tempat-tempat permainan Ding-Dong daripada untuk menonton film atau
musik –jumlah totalnya mencapai lebih dari sebelas milyar dolar,” tulis
Roger Fidler dalam Mediamorfosis.

Belum puas dengan Pong, Bushnell 
meluncurkan Atari 2600, video game pertama yang berbasis konsol, lalu 
Atari 7800 yang disebut-sebut sebagai pelopor penggunaan joystick
Tapi semua kejayaan itu tak bertahan lama, Pasar jemu. Angka penjualan merosot. Sebagian perusahaan video game Amerika beralih ke bisnis komputer lain atau bangkrut. Sebagian besar kaum eksekutif dan analis industri melihat hal ini sebagai pertanda bahwa video game hanyalah sebuah keisengan.Pada saat itulah muncul pendatang baru  dari Jepang, Nintendo, yang menggebrak pasar video game dunia dengan merilis Famicom. Konsol ini menampilkan gambar dan animasi resolusi tinggi untuk kali pertama. Setelah mendapat sambutan hangat di Jepang.

Famicom melakukan ekspansi pasar ke Amerika. “Pada 1989, Nintendo mengendalikan 80 persen pasar video game Amerika. Bahkan pada 1990-an, satu dari setiap ima rumah tangga di Amerika memiliki perangkat permainan Nintendo,” tulis Fidler.Pada tahun-tahun berikutnya, Nintendo
berhasil menikmati posisi istimewa di pasar video game.

Pesaing-pesaingnya tak mampu membendungnya. Sega sempat memberi perlawanan sengit melalui Sonic The Hedhog. Sayang, perusahaan ini lebih sering kalah cepat dalam pengembangan game ketimbang Nintendo. Penantang serius Nintendo muncul pada
1994.

Sony, perusahaan elektronik terkemuka, merilis Sony Playstation (PSX), konsol berbasis CD. PSX terjual hingga ratusan juta unit. Sony bahkan kian merajalela melalui PlayStation 2, yang sudah berbasis DVD. Nintendo, Sega, dan Microsoft, yang mengeluarkan produk tergres mereka, belum mampu mengalahkannya.Tapi perang belum berakhir. November 2005 Microsoft datang dengan Xbox 360, konsol generasi terkini yang memanfaatkan media HD-DVD. Dengan segudang fitur istimewa, Xbox 360 menarik banyak penggemar game. Tak mau kalah, Nintendo meluncurkan terobosannya, Nintendo Wii. Dengan inovasi pada stik kontrol mereka yang“motion sensitive”, Nintendo kembali mengambil-alih pasar video game. Sony, sekalipun mengeluarkan Playstation 3, sudah terlambat. 

            Tinggallah kini persaingan antara 
Microsoft dan Nintendo. Tapi pesaing-pesaing baru akan bermunculan. 
Salah satunya Apple, sebuah perusahaan notebook terkemuka yang sukses 
dengan iPhone dan iPod. Ada rumor mereka berencana terjun ke industri 
konsol video game. Pihak Nintendo sudah mewaspadai Apple sebagai musuh 
masa depan mereka. 

Tahun 1952, AS Douglas membuat game Tic tac toe yang ditampilkan dalam sebuah tabung vakum computer. Kemudian tahun 1958, Willy Higginbotham membuat game Tennis for Two yang berjalan di osiloskop yang terhubung ke analog Donner computer.
Tahun 1961 – 1962, game space war dikembangkan di MIT menggunakan grafik vector di PDP-1. Sega merilis periskop, terciptalah elektronik shooting game, game arcade yang pertama.

Tahun 1971-1974, Tahun kelahiran game komersil
Tahun 1971, Nolan Bushnell mengembangkan computer space, arcade game komersil yang pertama. Berbasis pada spacewar. Menggunakan grafik vector, real time dan terlalu sophisticated untuk pasar. Dan gagal.

Tahun 1972, Bushnell memulai Atari. Odyssey oleh Magnavox membuat game hockey. Home TV game yang pertama, masih analog. Terjual 100.00 dengan harga jual $100/console.
Tahun 1973, Atari membuat Pong in Arcades.
Tahun 1974, Kee merilis Tank. Atari membuat game balap yang pertama

Tahun 1972-1976, William Crowther dan Don Woods membuat game adventure : The colossal cave. Game petualangan berbasis text yang pertama, berjalan di DEC mainframes (PDP - 10)
Dilewat dan akhirnya tahun 2004, The sims 2, halo 2, half life 2, doom. Game console, pertumbuhannya stabil, harga lebih murah. Nokia meluncurkan N-Gages, Nintendo meluncurkan DS, Sony meluncurkan PSP.

Tahun 2005, console : XBOX 360, PS3, Nintendo Wii.




Games Lokal dan Contohnya.

Pada abad ke 21 ini perkembangan teknologi sudah sangat pesat tidak hanya di dunia internet namun juga dalam perkembangan Games baik di Dunia maupun di Negara kita Indonesia,salah satunya bias dilihat menjamurnya developer games local yang mencoba masuk atau berpartisipasi dalam dunia games.

Saat ini banyak sekali Developer yang mengembangkan maupun menciptakan games games baru .Sebagian besar game developer Indonesia tidak menjual atau mempromosikan game mereka khusus untuk Indonesia saja, melainkan langsung ke pasar global, misalnya melalui portal game, social media, atau appstore.

Berikut beberapa contoh game buatan developer Indonesia di pasar internasional:
Lalu berikut contoh beberapa game buatan developer lokal di pasar Indonesia:


Jika kita perhatikan, orang awam mungkin tidak bisa membedakan game buatan luar negeri dan buatan developer lokal yang ditargetkan untuk pasar internasional, selain dari bahasanya yang menggunakan bahasa Inggris, kualitasnya pun tidak kalah dengan game-game buatan luar negeri.

Terlebih lagi sebagian besar game tersebut tidak memiliki label Made in Indonesia, sehingga orang Indonesia sendiri belum tentu tahu game itu buatan Indonesia, dan belum tentu bisa mempengaruhi presepsi mereka terhadap game developer lokal.

Dari sisi developer, tidak semua developer mau atau merasa perlu untuk masuk ke media, padahal banyak developer Indonesia yang sudah berprestasi.

Misalnya Toge yang beberapa kali memenangkan kompetisi Flash game internasional, atau Altermyth yang membuat Final Fantasy I versi Indonesia kerjasama dengan Square Enix.

Kenapa? Mungkin salah satu alasannya karena sebagian besar memiliki target pasar internasional, sehingga untuk melakukan promosi di Indonesia sendiri tidak begitu efektif atau sesuai dengan target.

Belum lagi cost yang dibutuhkan untuk masuk media elektronik seperti TV atau koran cukup besar, karena itu rata-rata developer lebih mengandalkan kerjasama dengan portal berita yang mendukung industri game indonesia seperti atoh.com, duniaku.net, atau dailysocial.com.

Pemilihan media promosi lokal seperti itu jelas membuat nama developer Indonesia tidak muncul sebanyak game developer luar seperti SquareEnix atau Blizzard yang sering sekali muncul di majalah atau TV.

Data download game di beberapa appstore sangat sulit atau tidak bisa didapat, tapi ada beberapa data game dari developer lokal yang bisa didapat dari hasil kompetisi Mobile Game Developer War 2:


  • Virtual Pet dari Creacle Games 153.000 download
  • Sky Express dari ElvenTales 100.000 download
  • Beyond the Well dari Own Games 75.000 download

 (http://inet.detik.com/read/2012/03/09/125808/1862565/1260/mengukur-popularitas-game-lokal) 

Kalau jaman dahulu kita memainkan permainan ini secara tradisional menggunakan kertas dan pin pinnya kini permainan ulartangga ini sudah bias kita mainkan dengan cara tinggal menyentuhkan jari ke layar handset kita .
           
Salah satu contoh games yang bercitarasa  dan dibuat oleh developer lokal yang dapat dimainkan di platform Android ialah Game Ular Tangga karya Aikom Game Developer .

Game Ular Tangga Buatan Developer Lokal Sambangi Android



           Developer game asal Yogyakarta, Amikom Game Developer, baru saja merilis game mobile terbaru mereka untuk platform Android. Game baru itu dinamakan Ular Tangga, yang sekarang ini sudah bisa diunduh secara gratis di Google Play. Game yang berukuran 6.4MB tersebut baru dirilis pada hari Senin malam kemarin, dan sudab mendapatkan komentar dan respon yang cukup baik.

Pengguna dapat memilih berapa orang yang ingin dilawan, namun sayangnya semua masih melawan komputer. Namun dikatakan bahwa pengembang memang sedang mengembangkan game tersebut agar dapat dimainkan dengan teman atau antar pemain. Ular Tangga juga menawarkan 4 jenis board, yaitu klasik, modern, galaksi, dan kolosal.




Tidak ada komentar: